Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Permainan Tradisional dan Sains Hidupkan Pembelajaran Mendalam di Main Raya Anak Nusantara
Permainan Tradisional dan Sains Hidupkan Pembelajaran Mendalam di Main Raya Anak Nusantara

Diterbikan pada: 24 Juli 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 24 Juli 2026 – Gelak tawa anak-anak yang memenuhi arena Main Raya Anak Nusantara pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Tanjungpinang menjadi gambaran bahwa belajar tidak selalu berlangsung di balik meja kelas. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (Direktorat PAUD), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini memperlihatkan bagaimana permainan tradisional dapat menjadi ruang belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, selaras dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang terus didorong Kemendikdasmen.

Berbagai permainan tradisional seperti engklek, congklak, gasing hingga eksplorasi alam tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media pembelajaran yang mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, kreativitas, serta nalar kritis anak secara utuh. Anak tidak sekadar menerima pengetahuan, tetapi mengalami, mengeksplorasi, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman belajarnya melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu praktik baik tersebut disampaikan oleh guru POS PAUD Putri Payung Tanjungpinang, Yuli mengatakan jika memanfaatkan permainan tradisional sebagai bagian dari proses pembelajaran sehari-hari di sekolah. Melalui permainan engklek, misalnya, anak-anak tidak hanya melompat, tetapi juga belajar berhitung, mengenal konsep ruang, menunggu giliran, hingga berinteraksi dengan teman.

"Kami di sini anak-anak, kita melatih motoriknya terutama kan. Kita kan kelompok usia beda-beda. Kalau di kelompok kami kebanyakan anak yang usia 3–4 dan 4–5. Jadi kami motorik halusnya kami ajarkan juga di permainan engklek, anak-anak kan secara langsung motorik dan kognitifnya juga bermain, sosial emosionalnya juga bermain. Mereka kan sabar menunggu giliran. Terus kalau kognitifnya mereka itu tahu berapa kotak yang akan mereka lompatin. Kalau motoriknya mereka melompat," kata Yuli pada Kamis (23/7).

Yuli menambahkan bahwa permainan lain seperti melompat sambil berhitung maupun congklak juga menjadi bagian dari pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak. "Anak melompat sambil berhitung. Di situ sudah bermain kognitifnya, sosial emosionalnya mereka bersama-sama bermain, bahasa juga bermain di sana. Sekarang bermain congkak, itu berhitung berarti kan, berhitung dan kesabaran mereka,” tambahnya.

Praktik pembelajaran serupa juga dihadirkan melalui wahana Eksplorasi Alam yang mengangkat kekayaan bahari Kepulauan Riau. Kepala TK Negeri Pembina 2 Kota Tanjungpinang, Indarti, menjelaskan bahwa anak-anak diajak mengenal lingkungan melalui pengalaman langsung mengeksplorasi biota laut.

"Karena di Tanjungpinang ini adalah kepulauan, jadi kami mengambil tema tentang lautan. Di situ insya Allah anak-anak akan belajar tentang eksplorasi alam yang di dalamnya itu ada bermacam-macam biota laut, seperti ikan, kepiting, gonggong, kerang, siput, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Indarti menuturkan jika kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas bermain. Anak-anak didorong untuk mengamati, menemukan, dan menceritakan kembali pengalaman yang mereka peroleh sehingga kemampuan bernalar kritis dan literasi berkembang secara alami.

"Di dalam pembelajaran perlu adanya bernalar kritis, anak-anak harus bisa belajar mengeksplorasi. Dia menemukan sesuatu dan dia bisa menceritakan kepada teman-temannya, dia bisa menceritakan dengan orang tuanya. Eksplorasi atau bernalar kritis itu sangat-sangat penting sekali, karena di situ anak belajar berimajinasi, anak belajar bercerita, anak belajar berbicara atau literasi,” ujar Indarti.

Semangat pembelajaran yang inklusif juga terlihat pada permainan congklak yang didampingi guru SLB Negeri 2 Tanjungpinang, Sella Melinda menjelaskan bahwa congklak tidak hanya melatih kemampuan berhitung, tetapi juga membangun interaksi sosial dan membantu anak-anak yang memiliki hambatan dalam aspek sosial. "Kami di mana mereka bermain congklak di sini. Dalam pembelajaran kami bisa untuk anak-anak biasa, terutama kami bisa berhitung, dan juga bagi anak-anak yang bergangguan sosial, jadi bisa terbantu juga dengan permainan ini. Jadi permainan ini saling keterkaitan, saling membantu satu sama lain,” tutur Sella.

Pada momentum Hari Anak Nasional, Sela turut menyampaikan pesan penyemangat bagi seluruh anak Indonesia. "Buat teman-teman anak-anak disabilitas, saya sebagai guru, kalian terus semangat, terus belajar, capailah cita-cita kalian,” harapnya.

Pengalaman yang dihadirkan dalam Main Raya Anak Nusantara menegaskan bahwa pembelajaran terbaik adalah pembelajaran yang memberi ruang bagi anak untuk mengalami, mengeksplorasi, berefleksi, dan bertumbuh. Beragam permainan tradisional yang diperkenalkan tidak hanya melestarikan warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi media belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir, karakter, kreativitas, kolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan secara menyenangkan. Nilai-nilai tersebut menjadi esensi Pembelajaran Mendalam yang kini terus dihadirkan di satuan pendidikan sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berpihak pada anak.*** (Penulis: Ririn/Fotografer: Nurlaili)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 622/sipers/A6/VII/2026

Penulis: Ririn Ramandani

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Belajar Lewat Permainan Tradisional dan Sains

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter

Diterbitkan pada : 23/07/2026

Gambar Konten Terkait
Perkuat Pembelajaran Inklusif, Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur'an Bahasa Isyarat

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Pembangunan Bahasa dan Sastra

Diterbitkan pada : 23/07/2026

Gambar Konten Terkait
Praktik Baik Penanganan ATS sebagai Upaya Penguatan SDM dan Kemajuan Daerah

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 23/07/2026