Diterbikan pada: 19 April 2026
Magelang, Jawa Tengah, 19 April 2026 – Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas semakin mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi murid. Hal ini terlihat dalam kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, ke SD Negeri Borobudur 2, Kabupaten Magelang, saat meninjau langsung penggunaan IFP dalam pembelajaran Matematika di kelas V. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen mengamati bagaimana IFP dimanfaatkan guru dan siswa sebagai media pembelajaran yang menghadirkan visual, video, serta interaksi langsung di layar. Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas penyediaan perangkat ini sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di sekolah. “Terima kasih para guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak jadi semangat. Tapi tentu kami tekankan bahwa pembelajaran tetap harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan program-program penguatan pendidikan karakter,” ujarnya di Magelang, Sabtu (18/4). Saat berdialog dengan siswa, Mendikdasmen juga menanyakan pengalaman mereka menggunakan IFP. Para siswa mengaku pembelajaran menjadi lebih seru karena dapat melihat gambar dan video secara langsung, serta berinteraksi dengan materi melalui sentuhan di layar. Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan menulis dalam proses belajar. “Menulis itu agar apa yang dipelajari bisa kita ingat, sekaligus melatih kita belajar mandiri di luar kelas,” pesannya. Guru kelas V SD Negeri Borobudur 2, Susanti, menyampaikan bahwa sejak IFP diterima, perangkat tersebut langsung dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai mata pelajaran. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan IFP membuat pembelajaran menjadi lebih variatif dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Bahkan, anak-anak sangat menantikan saat kelasnya mendapat giliran penggunaan IFP. “Anak-anak bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar IFP ini. Jadi ada keterlibatan langsung dari anak-anak. Terkadang anak-anak sudah tahu lebih dulu terkait fitur atau tren permainan edukasi di IFP dan mengajukan ke guru untuk dicoba di kelas,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa IFP memudahkan guru dalam mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video, simulasi, hingga materi presentasi yang terintegrasi. Senada dengan itu, Kepala SD Negeri Trenten 2, Sri Muryani, menilai bahwa kehadiran IFP memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Sejak diterima pada awal tahun 2026, perangkat tersebut telah digunakan dalam berbagai mata pelajaran. “Dengan IFP, motivasi anak-anak meningkat karena mereka bisa langsung melihat dan mencari materi yang dibutuhkan. Keterlibatan mereka dalam pembelajaran juga menjadi lebih tinggi,” ujarnya. Pemanfaatan IFP di ruang kelas menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dengan dukungan perangkat yang interaktif, diharapkan siswa tidak hanya lebih memahami materi, tetapi juga lebih aktif dan mandiri dalam belajar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik.*** (Penulis: Stephanie/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Shaka) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 295/sipers/A6/IV/2026
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BKPDM
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pembangunan Bahasa dan Sastra