Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 5 Oktober 2026 — Bagi sebagian pemuda, pintu masa depan terkadang terasa terkunci rapat ketika kesempatan dan modal terbatas. Hal itulah yang sempat dirasakan oleh Muhammad Abdul Kahfi (21), seorang pemuda asal Cianjur, Jawa Barat. Usai menamatkan pendidikannya di SMK PGRI 3 Otomotif Cianjur, langkah Kahfi sempat terhenti sejenak. Ia mengisi hari-harinya dengan bekerja di bengkel umum pinggir jalan, memeras keringat demi menyambung hidup dan membantu keluarga di rumah.
Namun, di balik dentang kunci pas dan aroma oli bengkel tempatnya bekerja, Kahfi menyimpan asa yang lebih besar. Ia sadar, skill praktis saja tak cukup tanpa landasan teori dan pengakuan profesional.
"Kalau hanya mengandalkan skill tanpa teori dan sertifikasi, saya sadar tidak akan bisa berkembang lebih jauh," kenang Kahfi.
Titik balik perjalanan hidupnya bermula ketika kabar baik datang dari almamaternya. Pihak sekolah menginformasikan adanya program pelatihan dan penyaluran kerja gratis dari pemerintah yang diselenggarakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Prima. Tanpa ragu, Kahfi memantapkan hati untuk mendaftar.
Bukan Sekadar Pelatihan, tapi Ruang Bertumbuh
Menjadi penerima manfaat pelatihan keterampilan ini memberikan pengalaman berharga yang tak terbayangkan sebelumnya bagi Kahfi. Tak hanya mendapatkan pelatihan tanpa dipungut biaya, fasilitas pendukung seperti seragam, bahan ajar, hingga perlengkapan belajar pun disediakan penuh.
Namun, yang paling berkesan bagi Kahfi bukanlah sekadar materi kelas, melainkan hangatnya kebersamaan dan kesempatan bertumbuh bersama rekan-rekan seperjuangan serta para instruktur.
"Momen paling berkesan adalah saat pertama kali bertemu dengan para instruktur dan teman-teman seperjuangan. Di sana saya belajar banyak hal, bukan cuma soal otomotif, tapi juga cara bersosialisasi dan berkomunikasi dengan percaya diri," tuturnya dengan nada penuh rasa syukur.
Tantangan terbesarnya selama mengikuti pelatihan bukanlah materi yang rumit, melainkan perjuangan melawan rasa malas dan keraguan pada diri sendiri. Pembelajaran dan bimbingan telaten dari para instruktur LKP Prima membuat Kahfi kian terampil dan yakin menatap masa depan.
Menjemput Takdir Sebelum Garis Finis
Ketekunan dan dedikasi Kahfi tak memakan waktu lama untuk membuahkan hasil. Bahkan sebelum masa pelatihannya genap berakhir, potensi Kahfi sudah memikat dunia industri. Lewat kerja sama dan rekomendasi dari pihak LKP Prima, Kahfi dipanggil untuk mengikuti proses wawancara kerja.
Kini, pemuda 21 tahun tersebut telah resmi berkarir di PT Surganya Motor Indonesia, Depok. Sebuah pencapaian yang tak pernah ia bayangkan saat masih menjadi montir di bengkel kecil Cianjur.
Kehadiran pekerjaan yang stabil ini membawa angin segar bagi kehidupan ekonomi keluarganya. Dari penghasilan yang ia dapatkan setiap bulan, Kahfi kini mampu menopang perekonomian keluarga dan meringankan beban orang tuanya di Cianjur.
"Bagi saya pribadi dan teman-teman seperjuangan, bantuan pelatihan ini sangat berarti. Di saat kami kesulitan mencari kerja, ada pihak lembaga dan pemerintah yang hadir membimbing kami dari yang tadinya tidak tahu apa-apa hingga menjadi terampil dan disalurkan kerja," ungkapnya.
Ungkapan Terima Kasih dan Pesan Untuk Kawan Seperjuangan
Perjalanan dari seorang lulusan SMK yang sempat tertahan hingga kini menjadi teknisi profesional menjadi bukti nyata bagaimana akses pendidikan vokasi yang tepat dapat mengubah garis hidup seseorang. Rasa syukur tak henti-hentinya mengalir dari tutur kata Kahfi.
"Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih. Dengan adanya program ini, kami, bukan hanya saya, tapi kami semua yang merasakan, merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada kementerian dan pihak lembaga yang sudah membukakan jalan bagi kami," ucap Kahfi penuh haru.
Sebagai penutup perbincangan, Kahfi menyitir sebuah pesan sederhana namun mendalam bagi anak-anak muda lain di Cianjur yang sedang meniti jalan serupa:
"Tingkatkan rasa percaya diri, jangan pernah menyerah untuk belajar, dan jangan cepat merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki," tegasnya.
Bagi Kahfi dan ribuan pemuda lainnya, program bantuan ini bukan sekadar pelatihan teknis singkat, melainkan jembatan harapan yang membukakan jalan menuju masa depan yang lebih cerah, mandiri, dan bermakna. (Penulis & Dokumentasi: Lili Dyah Ayu Candra/Editor: Denty)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah