Banyumas, Kemendikdasmen — Pembelajaran Informatika di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas mengajak murid kelas X memahami berpikir komputasional melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), murid menganalisis kasus seperti transaksi ATM, penentuan kelulusan, dan pembayaran di kasir menggunakan uang tunai atau QRIS, kemudian menyusun algoritma dan flowchart sebagai rancangan penyelesaian masalah.
Guru Informatika SNT 2 Banyumas, Rudy Aziz Septyawan, mengatakan pembelajaran dirancang agar murid tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan merancang solusi secara sistematis.
“Pembelajaran Informatika tidak hanya diarahkan agar murid memahami konsep, tetapi juga mampu merancang solusi terhadap suatu permasalahan secara sistematis,” ujar Rudy.
Pembelajaran berlangsung dalam lima pertemuan, mulai dari membangun kesiapan belajar, memahami rancangan solusi program menggunakan pseudocode, mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), menyusun bahan presentasi, hingga mempresentasikan hasil dan memperoleh umpan balik dari guru serta teman sejawat.
Salah satu LKPD menggunakan kasus penarikan uang tunai melalui mesin ATM. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi Input, Process, dan Output (IPO), kemudian menyusun algoritma dan flowchart. Jahfal Rafif Azmi, murid kelas X SNT 2 Banyumas, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya memahami bagaimana sebuah sistem bekerja secara logis dan terstruktur.
“Bagian yang paling saya sukai adalah saat mengelompokkan komponen Input, Process, dan Output, serta saat melengkapi tabel analisisnya,” ujar Jahfal.
Dalam proses pengerjaan, kelompok Jahfal menemukan bahwa urutan proses dalam sistem ATM harus tepat, termasuk verifikasi PIN sebelum saldo nasabah dipotong. Mereka mengatasi kesulitan tersebut melalui diskusi kelompok, membaca kembali materi pada Papan Interaktif Digital (PID) dan melalui platform Ruang Murid, kemudian memperbaiki rancangan secara bersama-sama.
Pada LKPD lainnya, murid merancang algoritma untuk kasus penentuan kelulusan murid dan transaksi pembayaran di kasir minimarket menggunakan uang tunai atau QRIS. Ardell Liandra Putri bersama kelompoknya menganalisis struktur IPO, menyusun algoritma menggunakan bahasa natural dari start hingga end, kemudian menggambarkannya dalam bentuk flowchart.
Menurut Ardell, kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya menyusun algoritma secara berurutan. Ketika mengalami kesulitan membuat bahasa natural yang jelas dan tidak ambigu, kelompoknya membaca kembali rancangan, memperpendek kalimat yang terlalu panjang, dan menggantinya dengan instruksi yang lebih sistematis.
“Manfaatnya sangat besar untuk melatih logika berpikir kita dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dasar pemrograman dan tentunya berguna di masa depan karena ke depannya tentu menggunakan teknologi,” ujar Ardell, murid kelas X SNT 2 Banyumas.
Pengalaman mengerjakan LKPD tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran STEM yang mengajak murid memahami masalah, menyusun langkah penyelesaian, dan merancang solusi secara sistematis. Dalam prosesnya, murid memanfaatkan media pembelajaran digital seperti PID dan Ruang Murid, serta menggunakan pseudocode, LKPD, dan flowchart untuk menuangkan rancangan solusi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Rudy melihat perkembangan kemampuan murid dalam berpikir logis dan sistematis, memecahkan masalah, menyusun pseudocode, bekerja secara mandiri, mengomunikasikan ide, serta memberikan dan menerima umpan balik. Proses pembelajaran berlangsung dari memahami konsep, merancang solusi, menyelesaikan LKPD, hingga mempresentasikan hasil rancangan di hadapan kelas.
Rudy mengatakan keterlibatan murid dalam keseluruhan proses tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman belajar Informatika. “Pembelajaran menjadi bermakna karena murid terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi mengalami sendiri proses merancang, menyelesaikan, mempresentasikan, berdiskusi, dan mendapatkan umpan balik,” pungkas Rudy. (Penulis: Rayhan/Editor: Denty/Dokumentasi: Tim SNT 2 Banyumas)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah