Temukan informasi detail tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Pertemuan Dewan Pembina ke-17: SEAQIL Perkuat Literasi, Pendidikan Multibahasa, & Teknologi

Jakarta, Indonesia, 9 September 2026 — SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board Meeting atau GBM) ke-17 dengan moda campuran di Jakarta. GBM mempertemukan Anggota Dewan Pembina dari negara-negara anggota SEAMEO untuk meninjau capaian dan rencana kerja SEAQIL dalam bidang pendidikan bahasa di Asia Tenggara.

GBM ke-17 SEAQIL dihadiri oleh perwakilan SEAMEO Secretariat dan Anggota Dewan Pembina (Governing Board Members). Empat Anggota Dewan Pembina hadir secara luring, yaitu Michael Joseph P. Cabauatan (Filipina), Iwa Lukmana (Indonesia), Dr. Faizal bin Hj. Zainudin (Malaysia), dan Afonso Soares (Timor-Leste). Sementara itu, tujuh Anggota Dewan Pembina mengikuti pertemuan secara daring, yaitu Tutty Hyrneeita binti Haji Abd Latip (Brunei Darussalam), Tith Mab (Kamboja), Asst. Prof. Dr. Latsanyphone Soulignavong (Laos), Prof. Dr. May San Yee (Myanmar), Solastri Suyot (Singapura), Asst. Prof. Dr. Kiat Thepchuaysuk (Tailan), dan Dr. Nguyen Thi Mai Huu (Vietnam).

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, menekankan bahwa bahasa berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran di seluruh mata pelajaran. Menurutnya, anak perlu memahami bahasa yang digunakan dalam pembelajaran di kelas, sembari secara bertahap mengembangkan kemampuan dalam bahasa tambahan.

Suharti juga memaparkan upaya Indonesia dalam memperkuat literasi dan numerasi, khususnya melalui pembelajaran di kelas awal sekolah dasar, pengembangan kompetensi guru, dan penggunaan data asesmen diagnostik. Ia menekankan bahwa perluasan akses terhadap buku perlu disertai dengan pemanfaatan buku secara rutin dalam pembelajaran di kelas. Ia juga menyoroti platform Rumah Pendidikan sebagai salah satu bagian penting dalam transformasi digital pendidikan di Indonesia melalui ekosistem digital terintegrasi yang mendukung guru, murid, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Suharti kemudian menyampaikan tiga tantangan yang perlu menjadi perhatian SEAQIL dalam mendukung negara-negara anggota SEAMEO. Pertama, memperkuat peran guru dalam mengintegrasikan literasi ke dalam pembelajaran sehari-hari. Kedua, mendorong implementasi Peta Jalan Pendidikan Multibahasa di Asia Tenggara (Southeast Asian Roadmap on Multilingual Education atau SEA-MLE Roadmap) melalui dialog kebijakan dan dukungan sesuai konteks setiap negara. Ketiga, memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, untuk mendukung tujuan pembelajaran.

“Saya berharap pertemuan ini dapat memberikan arah yang jelas bagi SEAQIL untuk tahun-tahun mendatang, memperkuat keterlibatan seluruh negara-negara Anggota SEAMEO, serta mengubah pengetahuan yang kita miliki bersama menjadi langkah-langkah nyata untuk meningkatkan pembelajaran anak,” ujar Suharti.

Fuat Edi Kurniawan, Research, Evaluation and Assessment Specialist, selaku perwakilan SEAMEO Secretariat, menyampaikan peran Dewan Pembina dalam memberikan arahan strategis dan mengawal tata Kelola SEAQIL. Ia juga menekankan pentingnya memastikan perspektif negara-negara anggota SEAMEO menjadi bagian dari kerja SEAQIL dan kontribusinya terhadap agenda regional SEAMEO.

Fuat juga mengapresiasi kerja SEAQIL dalam pengembangan SEA-MLE Roadmap dan penelitian regional mengenai Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) guru bahasa asing. Menurutnya, kedua hal tersebut relevan dengan upaya negara-negara anggota SEAMEO dalam mengembangkan pendekatan pendidikan bahasa yang sesuai dengan konteks masing-masing.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan untuk meninjau capaian SEAQIL sekaligus memberikan arah bagi pengembangan lembaga ke depan. Ia menegaskan peran SEAQIL dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan mendukung negara-negara anggota SEAMEO dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pendidikan bahasa.

GBM ke-17 SEAQIL membahas 12 kertas kerja yang mencakup, antara lain, topik literasi, pendidikan multibahasa, teknologi, dan tata kelola kelembagaan. Untuk memimpin pertemuan tahun ini dan tahun depan (GBM ke-18), Anggota Dewan Pembina bersepakat memilih Laos (Asst. Prof. Dr. Latsanyphone Soulignavong) sebagai Chairperson, Indonesia (Iwa Lukmana) sebagai Vice-Chairperson, dan Filipina (Michael Joseph P. Cabauatan) sebagai Chief Rapporteur. Arahan Dewan Pembina menjadi masukan bagi pengembangan program dan kelembagaan SEAQIL ke depan. Rangkaian GBM ke-17 kemudian ditutup dengan kunjungan budaya bagi peserta yang hadir secara luring.*** (Penulis: M. Ryan Firmansyah/Editor: Denty/Fotografer: Tim SEAQIL)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah