Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
SNT 16 Tebo, Menumbuhkan Makna Kemerdekaan melalui Pendidikan

Diterbitkan pada: 19/08/2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Kabupaten Tebo, Jambi, 18 Agustus 2026 — Bagi siswa Sekolah Negeri Terintegrasi (SNT) 16 Tebo, Jambi, kemerdekaan hadir tidak hanya dalam upacara, karnaval, atau perlombaan khas 17 Agustus. Di sekolah, momentum kemerdekaan menjadi bagian dari proses belajar untuk mengenal arti pendidikan yang berkeadilan, bertanggung jawab, serta menghargai perjuangan bangsa.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini, siswa SNT 16 Tebo mengikuti upacara bendera di lapangan Kantor Bupati Kabupaten Tebo bersama Bupati Tebo, mengikuti karnaval, serta berbagai perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk merasakan langsung suasana perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.

Bagi Kepala SNT 16 Tebo, Memolo, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara sekolah menghadirkan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa. “Kami melakukan upacara bendera di lapangan bersama Bupati Tebo, mengikuti karnaval, dan lomba-lomba 17-an. Maknanya untuk memeriahkan kemerdekaan,” jelas Memolo.

Di balik kegiatan yang meriah, sekolah juga melihat kemerdekaan sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan arti kemerdekaan tersebut. “Nilai kemerdekaan adalah melaksanakan pendidikan yang berkeadilan serta dalam mengemukakan pendapat,” ungkapnya.

Makna pendidikan yang berkeadilan itu juga terasa dalam keseharian siswa SNT 16 Tebo. Sebagian siswa harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sekolah. Dari rumah menuju titik transit, mereka membutuhkan waktu lebih dari satu setengah jam dengan bus. Jarak tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan sekolah dalam menyiapkan berbagai kegiatan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui koordinasi dengan berbagai pihak. “Kami melakukan rapat internal, koordinasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi murid kami karena jarak rumah murid ke tempat transit lebih dari 1,5 jam naik bus, sehingga melibatkan banyak pihak,” jelasnya.

Di tengah perjalanan panjang menuju sekolah, siswa tetap memiliki ruang untuk belajar, berkegiatan, dan merasakan pengalaman bersama teman-temannya. Salah satunya melalui momentum perayaan kemerdekaan yang mengajak mereka berkumpul dalam suasana yang berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari. Pemaknaan kemerdekaan kemudian diharapkan tumbuh dalam keseharian siswa, termasuk melalui cara mereka menjalankan tanggung jawab di sekolah. Bagi Memolo, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian dari proses tersebut. “Siswa berusaha untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya,” kata Memolo.

Pengalaman siswa ketika mengikuti upacara juga menjadi bagian dari proses mengenal makna kemerdekaan. Kehadiran kakak-kakak mereka sebagai petugas Paskibra di lapangan memberikan pengalaman yang dapat mereka lihat secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses menumbuhkan rasa patriotisme dan kesadaran siswa untuk mensyukuri kemerdekaan. Bagi Memolo, pengalaman mengikuti upacara dan melihat kakak-kakak mereka bertugas sebagai Paskibra di lapangan menjadi momen yang dapat memberikan makna bagi siswa. “Dengan mengikuti kegiatan upacara dan melihat kakak-kakak menjadi petugas Paskibra di lapangan, saya yakin tumbuh nilai patriotisme dan kesadaran untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan pada murid,” tuturnya.

Dari SNT 16 Tebo, kemerdekaan pun dikenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan siswa. Mereka belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkeadilan, berani mengemukakan pendapat, serta belajar menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Salah satu cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan menggunakan kesempatan untuk belajar dan terus bertumbuh karena disanalah semangat kemerdekaan terus ditanamkan.*** (Penulis: Destya/Editor: Denty/Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat 
Sekretariat Jenderal 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Penulis: Denty Anugrahmawaty

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait