Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Semangat Guru SD Katolik Doki, Bangkitkan Pembelajaran Pascagempa Flores
Semangat Guru SD Katolik Doki, Bangkitkan Pembelajaran Pascagempa Flores

Published on: 4 September 2026

Share:

Press Release Image

Jakarta, 4 September 2026 — Dua ruang kelas roboh dan empat ruang lainnya rusak berat setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkah guru SD Katolik Doki untuk tetap mendampingi murid dan memastikan pembelajaran terus berjalan.

Ketika ruang kelas tidak lagi aman digunakan, para guru berpindah mengajar ke posko pengungsian. Setelah itu, sekolah bersama orang tua dan pemerintah setempat membangun posko belajar sederhana di tiga titik menggunakan rangka bambu dan terpal. Dari ruang belajar sementara tersebut, guru kembali menjalankan tugasnya mendampingi anak-anak di tengah keterbatasan.

Kepala SD Katolik Doki, Maria Sefiriana Sebo, mengatakan guru harus bergerak cepat menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi pascagempa. Sejak 20 Agustus, guru memberikan pendampingan kepada peserta didik di sejumlah posko pengungsian. Guru kelas juga menyiapkan lembar kerja yang dibagikan melalui grup WhatsApp paguyuban orang tua murid.

Maria menjelaskan bahwa pembelajaran di posko menghadirkan tantangan tersendiri. Dalam satu posko dapat bergabung peserta didik dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Guru harus mendesain pembelajaran kelas rangkap, sementara suasana posko belum sepenuhnya kondusif karena masih digunakan warga. “Kesulitan Bapak dan Ibu guru dalam mendesain pembelajaran kelas rangkap dikarenakan di setiap posko bergabung dari beberapa kelas mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP,” ujar Maria.

Sekolah kemudian bersama orang tua dan pemerintah setempat membangun posko belajar khusus di tiga titik berdasarkan jangkauan rumah murid. Posko tersebut menjadi ruang belajar sementara bagi peserta didik sekaligus tempat guru melanjutkan pendampingan.

Lebih lanjut, Maria menjelaskan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran berdasarkan jenjang murid. Kelas 1–3 difokuskan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), sedangkan kelas tinggi diarahkan pada penguatan literasi, numerasi, serta materi esensial lainnya.

Bagi para guru, tugas pascagempa tidak hanya memastikan anak tetap mendapatkan pembelajaran. Kondisi psikologis peserta didik juga menjadi perhatian karena sejumlah anak mengalami trauma setelah gempa.

Pada 26 Agustus 2026, Maria menuturkan dukungan psikososial dan pemulihan trauma telah dilaksanakan bersama tim relawan Argem (Arrow Generation Movement) Kota Kupang. Pendampingan tersebut membantu peserta didik kembali beraktivitas dan mengikuti pembelajaran dengan lebih tenang. “Antusias anak-anak mulai nampak dan tidak takut atau masih panik,” kata Maria dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa (2/9).

Untuk mendukung kegiatan belajar, Maria juga mengungkapkan bahwa sekolah juga mendapat bantuan terpal serta alat tulis kantor (ATK) dari Taman Baca Pelangi (TPB). Bantuan tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan pembelajaran peserta didik di posko.

Maria berharap para guru juga mendapatkan pelatihan mengenai desain pembelajaran kelas rangkap agar memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi kondisi pembelajaran darurat. Menurutnya, pengalaman pascagempa menunjukkan bahwa kemampuan guru beradaptasi sangat dibutuhkan ketika pembelajaran harus berlangsung di luar ruang kelas.

Di sisi lain, pemulihan sarana pendidikan SD Katolik Doki telah memiliki pijakan melalui program revitalisasi sekolah. Sekolah tersebut telah masuk dalam program revitalisasi Angkatan 3 Tahap 1 dan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Surabaya serta telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Melalui program tersebut, sekolah mendapatkan rehabilitasi enam ruang kelas.

Namun, kondisi bangunan berubah setelah gempa. Dua ruang kelas roboh total, sementara empat ruang lainnya mengalami kerusakan berat. Maria berharap terdapat tindak lanjut melalui survei langsung untuk memastikan penanganan bangunan sesuai dengan kondisi terbaru. “Semoga kegiatan revitalisasi satuan pendidikan bagi sekolah yang sudah mengikuti bimtek, salah satunya sekolah saya, untuk segera ada tindak lanjut kegiatan oleh pemerintah,” tutur Maria dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa (2/9).

Dampak gempa juga dirasakan para guru di luar lingkungan sekolah. Rumah dinas kepala sekolah yang ditempati Maria roboh, sementara rumah dinas sejumlah guru mengalami kerusakan berat. Meski demikian, para guru tetap hadir mendampingi murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa bencana tidak boleh menghilangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Menurutnya, pembelajaran dalam situasi darurat dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan pemulihan psikologis murid. “Dalam situasi bencana, pembelajaran mungkin harus dilakukan dengan cara dan tempat yang berbeda. Yang penting, hak anak untuk belajar tetap kita jaga dan anak-anak mendapatkan rasa aman untuk kembali belajar,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kerja bersama antara sekolah, orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi darurat. “Pemulihan pendidikan setelah bencana membutuhkan kerja bersama. Sekolah, orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat perlu hadir sesuai perannya agar anak-anak dapat kembali belajar dan tumbuh dalam suasana yang aman,” ucap Mendikdasmen.

Di SD Katolik Doki, Nagekeo, ketangguhan guru terlihat dari keputusan mereka untuk tetap hadir ketika ruang kelas tidak lagi tersedia. Di bawah terpal, dengan sarana terbatas dan harus menghadapi pembelajaran kelas rangkap, guru tetap mengajar dan mendampingi anak-anak. Bagi para guru, menjaga pembelajaran tetap berjalan bukan hanya tentang menyampaikan materi. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pemulihan anak-anak dapat membantu peserta didik kembali beraktivitas, merasa aman, dan perlahan bangkit setelah gempa.*** (Penulis: Ririn/Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen/Editor: Uly)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 786/sipers/A6/IX/2026

Writer: Ririn Ramandani

Editor: Denty Anugrahmawaty

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership GTK Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Related Press Release
Related Content Images
Komitmen Kemendikdasmen Apresiasi Talenta Berprestasi Indonesia

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Sekolah Kejuruan Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Vokasi Content Ownership Sekjen Content Ownership Murid Kejuruan Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Published on : 05/09/2026

Related Content Images
Anak-anak Belajar STEM dengan Cara yang Menyenangkan, Dari Kardu menjadi Menara Kudus

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership GTK Content Ownership Guru PAUD Content Ownership Sekolah PAUD Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid PAUD Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Published on : 05/09/2026

Related Content Images
Pembinaan Kemendikdasmen Antarkan Murid Indonesia Raih 12 Medali dan Tiga Penghargaan YoRI IESO 2026

Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Sekjen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen

Published on : 04/09/2026