Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Anak-anak Belajar STEM dengan Cara yang Menyenangkan, Dari Kardu menjadi Menara Kudus
Anak-anak Belajar STEM dengan Cara yang Menyenangkan, Dari Kardu menjadi Menara Kudus

Published on: 5 September 2026

Share:

Press Release Image

Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 – Kardus bekas, tutup botol, batu-batuan, dan gelas plastik mungkin terlihat seperti benda sederhana. Namun, di tangan anak-anak RA Miftahul Falah Dawe dan PAUD Terpadu Kalirejo, benda-benda itu berubah menjadi media belajar untuk mengenal Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM). Hal ini sejalan dengan peluncuran Program STEM Nasional yang mengusung prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

Di RA Miftahul Falah Dawe, guru Fitria Anggraeni mengajak anak belajar melalui proyek membuat miniatur sekolah dari kardus. Anak-anak diajak memikirkan bagaimana kardus disusun agar bangunan dapat berdiri, menentukan bahan perekat, hingga menghitung jumlah dan ukuran kardus yang digunakan.

“Untuk teknologinya, bagaimana kardus itu bisa kita gunakan untuk membuat bangunan sekolah. Engineering-nya bagaimana bangunan itu agar tidak roboh. Untuk matematikanya, anak-anak bisa mengambil ukuran dan menghitung berapa kardus yang digunakan,” ujar Fitria saat diwawancara tentang praktik STEM yang sudah ia terapkan di sekolahnya.

Bagi Fitria, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa praktik STEM dapat hadir secara alami dalam pembelajaran anak usia dini. “Alhamdulillah, sebenarnya sudah banyak kita terapkan dalam pembelajaran, hanya belum tahu bahwa itu namanya STEM,” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk menyiapkan anak menghadapi perubahan zaman. “Anak-anak itu harus dibekali kegiatan untuk mencoba, memadukan pembelajaran dengan teknologi, dan juga matematika, karena pengetahuan tentang STEM itu diperlukan di masa depan,” ujarnya.

Praktik serupa dilakukan oleh PAUD Terpadu Kalirejo yang dipimpin oleh kepala sekolah, Sumiyati. Sekolah memanfaatkan alat dan bahan yang mudah diperoleh, murah, dan ada di sekitar anak. Para murid diajak mengamati benda, mengenali fungsi, merencanakan penggunaannya, bereksplorasi, membuat karya, sekaligus mengenal konsep matematika.

Salah satu kegiatan terbaru adalah membuat miniatur Menara Kudus. Anak-anak memilih gelas plastik sebagai tiang untuk menopang bangunan, menentukan bahan untuk atap, menghias bangunan, lalu menghitung jumlah lantainya. “Anak-anak tahu kenapa harus pakai gelas untuk membuat tiang, karena mereka tahu gelas ini bisa berdiri. Kemudian mereka menghitung, tadi ada enam tingkatan/susunan dari bawah ke atas,” kata Sumiyati.

Menurutnya, kegembiraan anak menjadi bagian penting dari proses belajar. “Anak-anak semakin happy dan menikmati. Dengan alat dan benda yang kami siapkan, mereka lebih banyak bereksplorasi,” ujarnya.

Sumiyati menambahkan, praktik tersebut bukan hal yang benar-benar baru. “Sebetulnya kita semua sudah melakukan, tetapi belum kita munculkan bahwa itu STEM. Dari inkuiri, berpikir komputasional, hingga Kurikulum Merdeka, semuanya bisa diintegrasikan ke STEM,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan pentingnya memupuk dan mengembangkan rasa ingin tahu anak usia dini. “Kita harus mengarahkan dan memberi arti terhadap peristiwa yang mereka temukan di sekitarnya. Dengan STEM 5M kita harap dapat menyiapkan anak-anak kita menjadi saintis-saintis muda yang berkarakter Pancasila. Saintis yang memiliki akhlak mulia dan yang mengembangkan ilmu berbasis kekayaan alam yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. *** (Penulis: Denty/Editor: Seno Hartono/Fotografer: Ikram)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 783/sipers/A6/IX/2026

Writer: Denty Anugrahmawaty

Editor: Denty Anugrahmawaty

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership GTK Content Ownership Guru PAUD Content Ownership Sekolah PAUD Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid PAUD Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Related Press Release
Related Content Images
Komitmen Kemendikdasmen Apresiasi Talenta Berprestasi Indonesia

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Sekolah Kejuruan Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Vokasi Content Ownership Sekjen Content Ownership Murid Kejuruan Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Published on : 05/09/2026

Related Content Images
Pembinaan Kemendikdasmen Antarkan Murid Indonesia Raih 12 Medali dan Tiga Penghargaan YoRI IESO 2026

Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Sekjen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen

Published on : 04/09/2026

Related Content Images
Semangat Guru SD Katolik Doki, Bangkitkan Pembelajaran Pascagempa Flores

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership GTK Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Published on : 04/09/2026