Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Menjadi murid bukan hanya tentang belajar dan meraih prestasi, tetapi juga tentang menemukan potensi diri, berani menyampaikan gagasan, dan mengambil peran di lingkungan. Semangat tersebut menjadi bagian dari Program Duta SMA yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai ruang bagi murid untuk mengembangkan talenta, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi dengan teman sebaya dari berbagai daerah.
Bagi para Duta SMA 2026, pengalaman program ini tidak berhenti pada proses seleksi dan pengukuhan. Mereka mengikuti rangkaian pembinaan, bertukar pengalaman dengan murid dari berbagai provinsi, serta terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk melihat persoalan di sekitar dan memikirkan kontribusi yang dapat dilakukan.
Duta SMA Nasional Kategori Putri, Fidela Shahia Myiesha Susilo dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, mengatakan bahwa kesempatan menjadi Duta SMA Nasional menjadi pengalaman yang berharga sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bersama teman-teman Duta SMA. Menurutnya, proses yang dilalui mendorong dirinya untuk mengenali kembali kemampuan yang dapat dikembangkan dan diberikan untuk Indonesia. “Saya berusaha untuk menampilkan versi terbaik dari diri saya untuk Duta SMA kali ini. Saya menggali lebih dalam lagi tentang kemampuan saya yang bisa saya sumbangkan untuk Indonesia,” ujar Fidela.
Ia pun mengajak murid SMA di seluruh Indonesia untuk tidak ragu mengenali kemampuan diri dan terus mengembangkannya. “Persiapkan diri kalian dengan baik, gali potensi kalian sedalam-dalamnya. Cari di manakah celah kalian untuk bersinar,” pesan Fidela.
Sementara itu, Duta SMA Nasional Kategori Putra, Fachri Akbar Triyanto dari SMA Negeri 1 Bojonegoro, Jawa Timur, melihat kebersamaan dengan para Duta SMA dari berbagai daerah sebagai pengalaman penting selama mengikuti rangkaian kegiatan. Pertemuan tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan menyusun gagasan.
“Kami pastinya menyusun rencana tindak lanjut yang akan menjadi sebuah wadah bagi siswa di Indonesia untuk bisa mengembangkan karya-karyanya, sehingga bisa menjadi seseorang yang bermanfaat pada masa depan,” ujar Fachri.
Pengalaman serupa dirasakan Rhiana Abigail Katu dari SMA Negeri 1 Waikabubak, Nusa Tenggara Timur. Selama mengikuti rangkaian Duta SMA, ia mendapatkan berbagai materi yang sebelumnya belum pernah diperoleh, termasuk mengenai komunikasi, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta cara menemukan solusi bagi persoalan yang dihadapi murid.
Berbekal pengalaman tersebut, Rhiana ingin mengambil peran sebagai representasi pelajar di daerahnya melalui program yang dapat melibatkan lebih banyak teman sebayanya. “Tentunya hal yang ingin saya kembangkan sebagai Duta SMA adalah menjadi representasi yang dapat memberikan dampak positif bagi teman-teman SMA, khususnya di daerah saya, dengan menjalankan program Teman SMA Impact Challenge, di mana teman-teman SMA itu menjadi agen perubahan,” tutur Rhiana.
Selain mengembangkan kemampuan diri, rangkaian kegiatan Duta SMA juga mempertemukan murid dari berbagai latar belakang budaya. Albert Edon dari SMA Negeri 1 Lobalain, Nusa Tenggara Timur, mengaku senang dapat mengenal budaya dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan budaya Kabupaten Rote Ndao kepada para duta lainnya.
“Kita bisa belajar banyak budaya dari provinsi-provinsi lain yang dapat kita lestarikan. Tentunya, sebagai Duta SMA Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya juga mengajarkan banyak budaya dari Kabupaten Rote Ndao kepada teman-teman dari provinsi lain,” ujar Albert.
Selama mengikuti karantina di Yogyakarta, para Duta SMA juga diajak menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih cepat. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan dan aktivitas bersama di SMA Negeri 2 Ngaglik, dengan menanam pohon sebagai bentuk kegiatan bersama, serta kunjungan ke Keraton Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat warisan budaya dan sejarah Yogyakarta.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para Duta SMA untuk menjalankan peran selama satu tahun ke depan. Melalui aksi tersebut, para Duta SMA tidak hanya menjadi representasi dari provinsi masing-masing, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak murid untuk berani berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan di lingkungan pendidikan.*** (Penulis: Stephanie/Editor: Destian/Fotografer: Nurlaili)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah