Diterbikan pada: 14 Juni 2026
Kudus, Jawa Tengah, 14 Juni 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meresmikan peluncuran International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/6). Program yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Cambridge University Press and Assessment ini menghadirkan inovasi pembelajaran sebagai upaya memperkuat kompetensi global peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menyampaikan bahwa penyelenggaraan kelas internasional sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sekolah-sekolah berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional tanpa mengabaikan akses dan keterjangkauan bagi masyarakat.
“Kami berharap dibukanya kelas internasional di sekolah ini dapat menjadi solusi dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencapai cita-cita mereka, serta menyiapkan diri sejak dini dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan, khususnya kemampuan berbahasa dan kompetensi global lainnya,” ujar Mendikdasmen.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menilai program tersebut juga mencerminkan semangat Partisipasi Semesta dalam pendidikan. Keterlibatan masyarakat dan satuan pendidikan swasta memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik.
“Program-program seperti ini, yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta, sangat membantu program pemerintah. Sesuai visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, masyarakat dapat berpartisipasi dan berkontribusi melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Country Head Cambridge University Press and Assessment Indonesia, Sonya Tobing, menyampaikan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Cambridge dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dengan sekolah, pendidik, dan masyarakat dalam membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung, tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai-nilai lokal.
“Kami merasa terhormat dapat memperkuat kolaborasi ini dan mendukung visi sekolah dalam menghadirkan pendidikan internasional yang berkualitas. Kami optimistis kemitraan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.
Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Amrina Faatihatun Nisa, menjelaskan bahwa tantangan pendidikan masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi lintas budaya, penguasaan bahasa internasional, literasi digital, kreativitas, serta karakter yang kuat.
Menurutnya, International Class Program dirancang untuk membekali peserta didik dengan wawasan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan sejak dini. “Program ini kami hadirkan bukan sekadar agar peserta didik mampu berbahasa asing, tetapi juga agar mereka memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas dan kecintaan terhadap tanah air,” tuturnya.*** (Penulis: Stephanie/Fotografer: Nurlaili)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 494/sipers/A6/VI/2026
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Sekjen
Guru Dikdasmen
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan