Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Transformasi Pendidikan Digital: Pemerintah Dorong Pembelajaran Mendalam untuk Asah Berpikir Kritis
Transformasi Pendidikan Digital: Pemerintah Dorong Pembelajaran Mendalam untuk Asah Berpikir Kritis

Published on: 16 Mei 2025

Share:

Press Release Image

Jakarta, 16 Mei 2025 - Fondasi utama pendidikan dasar bukan sekadar kecerdasan teknologi, tetapi kemampuan berpikir kritis dan bersikap bijak terhadap arus informasi yang tak terbatas. Hal ini menjadi bahasan mengenai arah pendidikan di era kecerdasan buatan dan disrupsi digital pada Konferensi Pendidikan Indonesia di Kantor Dinas Pendidikan Jakarta (15/5). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lingkar Daerah Belajar bersama dengan Dinas Pendidikan Jakarta ini menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya  adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno ; Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq; Menteri Komunikasi Digital, Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Najeela Shihab.

Pada diskusi yang mengambil tema “Transformasi Pendidikan di Era Digital”, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno memaparkan penguatan ekosistem pendidikan menjadi kunci dalam menjawab berbagai disrupsi, mulai dari krisis iklim hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).  Dalam forum yang turut dihadiri kepala daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah lintas sektor, Pratikno mengingatkan agar literasi digital dan kecakapan berpikir kritis dibangun sejak usia dini untuk mencegah anak menjadi korban arus informasi tanpa filter.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq  menyambut pernyataan tersebut sebagai penguatan terhadap pendekatan lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan.  “ Kami ingin membangun partisipasi semesta artinya semua pihak terlibat di dalamnya. Kita sering menekankan bahwa keberhasilan program kementerian itu tidak bisa terlepas dari kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga kelompok masyarakat karena urusan pendidikan adalah tanggung jawab bersama’, tegasnya. 

Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Buatan di Tahun Ajaran Baru
Fajar juga menyoroti tantangan yang ada di era disrupsi digital dimana masyarakat Indonesia antusias menyambut perkembangan kecerdasan buatan namun tingkat literasi digital masih tergolong rendah. “Dalam konteks inilah kita melihat relevansi penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai pendekatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Pembelajaran mendalam itu membuat siswa untuk lebih berorientasi kepada kualitas pemahaman ketimbang kuantitas materi yang diajarkan, dan disitulah critical thinking siswa akan diasah”, jelasnya.  

Fajar mengatakan pembelajaran mendalam yang akan diterapkan pada ajaran baru ini adalah bagian dari upaya besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis. Selanjutnya, Kemendikdasmen juga mendorong pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di sekolah yang akan diterapkan di ajaran baru sebagai mata pelajaran pilihan, yaitu bisa sebagai mata pelajaran terpisah atau terintegrasi atau bisa juga sebagai ekstrakurikuler. 

“Intinya adalah pembelajaran koding dan kecerdasan buatan adalah mengajari anak-anak kita dengan computational thinking  yaitu  berpikir menggunakan data. Siswa dilatih untuk punya etika dan bertanggung jawab ketika menggunakan kecerdasan  buatan”, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menekankan bahwa digitalisasi pendidikan dapat berperan sebagai penyeimbang terhadap dampak negatif penggunaan teknologi digital di kalangan anak-anak. ” Kita meyakini kalau sektor pendidikan ini terdigitalisasi, mereka malah menjadi pengguna digital yang lebih cerdas. Dengan kita biasakan untuk menggunakan digital dalam kerangka pendidikan, itu justru dapat mereduksi sisi negatifnya,” jelasnya. 

Meutya juga menyoroti urgensi regulasi nasional yang mengatur usia minimal penggunaan media sosial dan perlunya kolaborasi lintas sektor agar kebijakan ini berdampak nyata di sekolah dan daerah. “Sebanyak 48 % pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak berumur dibawah 18 tahun, dimana mereka tersasar perundungan, pornografi dan judi  online. Ini yang membuat kita merasa bahwa kita harus membuat regulasi di tingkat pemerintah pusat dimana negara kita akan menerapkan penundaan usia dengan klasifikasi 13, 16 dan  18 tahun,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa langkah selanjutnya setelah peraturan ini keluar adalah pembatasan penggunaan telpon genggam di sekolah dan ia mengharapkan dukungan dari semua pihak agar kebijakan ini bisa terlaksana denghan baik. 

Konferensi Pendidikan Indonesia 2025
Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2025 adalah forum yang mempertemukan pemangku lintas sektor dari berbagai daerah, memperkuat kolaborasi nyata dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis praktik baik untuk pemerataan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Konferensi yang diadakan selama 2 hari dari tanggal 14 – 15 Mei 2025  ini digagas oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB). Melalui aktivasi jejaring dalam daerah, LDB mempertemukan aktor-aktor kunci pendidikan seperti pemerintah, pendidik, penggerak komunitas serta organisasi masyarakat sipil, pelaku dunia usaha dan industri, juga anak sebagai subyek utama pendidikan.

KPI 2025 menghadirkan berbagai mulai dari dialog kebijakan berpihak kepada anak, lokakarya, pameran inovasi pendidikan, hingga sesi belajar bersama anak. Forum ini juga dihadiri oleh perwakilan kementerian terkait, mulai dari Kemendagri, Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, KemenPPPA, Kemkomdigi, dan Kemenag, serta melibatkan Kanwil Kemenagm KPI menjadi ruang refleksi tahunan untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pendidik, komunitas, anak, pelaku usaha dan industri, masyarakat sipil, dalam mendorong perubahan dari tingkat akar rumput.

Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 222/sipers/A6/V/2025

Writer: Uly

Editor: Denty Anugrahmawaty

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Related Press Release
Related Content Images
Perkuat Validasi Data ATS, Kemendikdasmen Gandeng Pemerintah Daerah dan Mitra Strategis

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Sekjen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid PAUD Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Published on : 23/07/2026

Related Content Images
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Dibuka

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi Content Ownership Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Published on : 23/07/2026

Related Content Images
Praktik Deep Learning di Jenjang TK Hadirkan Pembelajaran Bermakna Sejak Usia Dini

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Guru PAUD Content Ownership Murid PAUD Content Ownership Orang Tua Content Ownership Strengthening Character Education Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Published on : 23/07/2026