Published on: 30 Juli 2026
Surabaya, 30 Juli 2026 – Sesi kelas inspiratif yang menjadi bagian dari rangkaian Puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur (29/7), menghadirkan kisah salah satu narasumber yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Di hadapan ratusan anak, ia membagikan kisah perjalanan hidupnya dari seorang anak desa di Kudus, Jawa Tengah hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih. Dari kisah tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak anak-anak Indonesia untuk berani, bermimpi, tekun belajar serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Mengawali kisahnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa perjalanan hidupnya selalu berpegang pada tiga prinsip sederhana, yakni sungguh-sungguh, sabar dan sederhana. “Beberapa kuncinya adalah 3 S, yakni sungguh-sungguh, sabar dan sederhana, Insyaallah akan sukses,” ujarnya di Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur (29/7). Bagi Mendikdasmen, ketiga prinsip tersebut menjadi bekal yang mengantarkannya melewati setiap tahapan kehidupan. Menurutnya, tumbuh di lingkungan sederhana tidak pernah membatasi dirinya untuk memiliki cita-cita besar. Ia juga mengenang bagaimana kecintaannya terhadap bahasa Inggris berawal dari seorang guru di madrasah ibtidaiyah yang mengenalkan pelajaran tersebut. Rasa ingin tahunya semakin besar ketika mengetahui adanya buku English from Radio Australia. Demi memperoleh buku itu, ia memberanikan diri menulis surat ke Australia hingga akhirnya buku tersebut dikirim dan menjadi teman belajarnya setiap hari. Kemudian dari buku dan siaran Radio Australia itulah tumbuh mimpi untuk suatu hari dapat menempuh pendidikan di Australia. Mimpi itu terus dirawat melalui kebiasaan belajar, membaca, dan mengasah kemampuan bahasa Inggris sejak sekolah hingga perguruan tinggi. Tak hanya itu, Mendikdasmen juga menuturkan jika mimpi harus dibangun di atas tiga bekal utama, yakni ilmu, doa, dan rasa percaya diri. "Kuncinya yang pertama adalah ilmu. Kemudian yang kedua adalah doa, terutama doa orang tua. Kemudian yang ketiga adalah percaya diri," tuturnya. Ia juga mengisahkan perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berjalan mulus dan pernah gagal memperoleh kesempatan melanjutkan studi di Inggris. Namun kegagalan itu tidak membuatnya berhenti. Ia kembali mengajar, terus belajar, dan meningkatkan kemampuan hingga akhirnya memperoleh beasiswa Pemerintah Australia untuk melanjutkan pendidikan magister. Selain aktif belajar, Mendikdasmen juga aktif berorganisasi sejak sekolah hingga perguruan tinggi. Saat menempuh studi di Australia, ia dipercaya menjadi President Islamic Association of South Australia. Pengalaman tersebut semakin memperluas wawasannya dan membangun kepercayaan diri untuk berkiprah di tingkat internasional. Di hadapan anak-anak, ia juga menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Oleh karena itu, untuk meraihnya dibutuhkan kesungguhan untuk terus belajar, keberanian menghadapi kegagalan, serta kemauan untuk tidak pernah berhenti bermimpi. "Bercita-citalah dan bermimpilah. Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia seperti lirik dalam lagu "Laskar Pelangi". Saya yakin kalian semua akan bisa lebih hebat dari Pak Menteri. Kalianlah pemimpin Indonesia masa depan, bahkan bisa menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun-tahun yang akan datang," pesannya disambut tepuk tangan para peserta. Kisah yang dibagikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjadi salah satu pesan penting dalam rangkaian Puncak Hari Anak Nasional 2026. Dari pengalaman hidupnya, ia menunjukkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari mana saja. Dengan kesungguhan, kesabaran, kesederhanaan, ilmu, doa, dan rasa percaya diri, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi dan memberikan kontribusi bagi bangsa.*** (Penulis: Ririn/Fotografer: Ikram) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 645/sipers/A6/V/2026
Writer: Ririn Ramandani
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Dinas Pendidikan
Ruang Publik
Murid Kejuruan
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Orang Tua
Strengthening Character Education
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan