Published on: 25 Juli 2026
Singapura, 25 Juli 2026 – Pertemuan bilateral antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dan Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pendidikan kedua negara di sela-sela penyelenggaraan 14th /ASEAN Education Ministers Meeting (ASED), Rabu (22/7). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi pendidikan Indonesia-Singapura, mulai dari pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pendidikan, hingga penguatan akses pendidikan bagi peserta didik. Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, yang banyak di antaranya tinggal di wilayah pelosok. Sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah. ”Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri,” ujar Menteri Mu’ti. Mendikdasmen juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir reflektif dan berpikir kritis peserta didik. Sebagai ilustrasi, Abdul Mu’ti menceritakan pengalamannya saat meminta AI menyiapkan bahan presentasi dalam bahasa Jawa. AI mengaku tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia dalam memahami bahasa, budaya, maupun konteks lokal. ”Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi, jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Desmond Lee menginisiasi pembaruan MoU kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017. Menurutnya, perkembangan teknologi, AI, dan berbagai tantangan global perlu direspons melalui kerja sama yang lebih adaptif dan berorientasi ke masa depan, terlebih menjelang peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Singapura pada 2027. ”Sejak 2017, banyak yang telah berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura,” kata Desmond Lee. Menanggapi hal tersebut, Menteri Mu’ti menyambut baik inisiatif pembaruan MoU sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan kedua negara. Mendikdasmen juga membuka peluang kolaborasi dengan Temasek maupun perusahaan-perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi peserta didik di wilayah yang berdekatan dengan Singapura, seperti Sumatra, termasuk dalam mengatasi tantangan learning loss. Selain membahas pemanfaatan teknologi dan penguatan kerja sama pendidikan, kedua menteri juga mendiskusikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang masa penggunaan lokasinya akan berakhir pada April 2027. Mendikdasmen berharap kedua negara dapat menemukan solusi terbaik agar layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Singapura dapat terus berlangsung. Keduanya juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pekerja migran Indonesia agar semakin profesional selama bekerja di Singapura. Pertemuan bilateral berlangsung dalam suasana hangat. Kedua menteri saling bertukar apresiasi terhadap angklung, Batik Megamendung khas Cirebon, Batik Peranakan, hingga durian yang menjadi simbol kedekatan budaya Indonesia dan Singapura. Suasana tersebut mencerminkan eratnya hubungan kedua negara yang terus diperkuat melalui kerja sama di bidang pendidikan. Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 630/sipers/A6/VII/2026
Writer: Destya
Editor: Denty Anugrahmawaty
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Sekjen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi