Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Mendikdasmen: Generasi Muda Tentukan Wajah Indonesia 2045

Published on: 24/08/2026

Share:

Press Release Image

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Menyongsong Indonesia Emas 2045, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesadaran untuk hidup dan bertumbuh di tengah keberagaman. Generasi muda hari ini akan menjadi bagian penting yang menentukan wajah Indonesia pada masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menghadiri Temu Generasi Muda Khonghucu pada Sabtu (22/8) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan berbagai kekuatan untuk menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadikan keberagaman sebagai modal dalam membangun Indonesia. “Kalau kita berbicara Indonesia 100 tahun, Indonesia 2045, 19 tahun ke depan, wajah Indonesia itu kalianlah yang menentukan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Mendikdasmen, Kemendikdasmen berupaya membentuk generasi Indonesia yang memiliki kekuatan spiritual, fisik, intelektual, dan kepemimpinan. Keempat kekuatan tersebut diperlukan agar generasi muda tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Dalam aspek intelektual, generasi muda didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kemampuan untuk terus mempelajari hal baru, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta tidak takut menghadapi kegagalan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang unggul.

“Kita punya generasi yang knowledgeable, generasi yang serba tahu, generasi yang serba bisa. Sebab kalau kita tidak bisa menguasai berbagai macam hal menyangkut perkembangan teknologi digital dan sebagainya, maka kita akan menjadi generasi yang bergantung pada orang lain. Dan karena itu kuncinya adalah kita menjadi pembelajar sepanjang hayat (long-life learner),” jelas Mendikdasmen.

Selain membangun kemampuan intelektual, pendidikan juga memiliki peran penting dalam memperkuat keindonesiaan. Mendikdasmen menjelaskan bahwa keberagaman suku, etnis, bahasa, agama, dan budaya merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menerima dan menghormati perbedaan sebagai kekuatan. “Bersatu itu tidak berarti meniadakan perbedaan. Persatuan itu tidak berarti penyeragaman. Persatuan adalah sikap di mana kita menerima, menghormati, dan menjadikan perbedaan sebagai modal untuk kita melaksanakan berbagai kebajikan dalam kehidupan kita,” jelasnya.

Dalam konteks pendidikan, sekolah juga menjadi ruang penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan tersebut. Sekolah mempertemukan peserta didik dari berbagai latar belakang sehingga mereka dapat saling mengenal, berintegrasi, dan membangun ikatan sebagai satu bangsa. “Sekolah adalah tempat terjadinya pertemuan anak-anak bangsa yang berbeda-beda latar belakangnya. Saya menyebut dengan meeting point. Mereka bertemu, mereka berintegrasi, dan kemudian sekolah adalah tempat di mana terjadi melting point. Mereka punya latar belakang yang berbeda-beda tapi punya satu ikatan yang bernama Indonesia,” ungkap Mu’ti.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Temu Generasi Muda Khonghucu yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan bangsa. Ketua Pemuda Khonghucu Indonesia, Aristya menekankan bahwa generasi muda perlu menjadi bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri. “Pemuda Khonghucu tidak boleh hanya menjadi penonton dari perubahan ini. Kita harus menjadi bagian dari perubahan. Namun, menjadi bagian dari perubahan bukan berarti kita harus kehilangan jati diri. Justru di tengah perubahan zaman, nilai-nilai yang kita miliki menjadi semakin penting,” kata Aristya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Budi Santoso, menekankan bahwa kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebajikan agar perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. “Secara teknologi manusia sangat maju, tapi juga secara spiritual bukan harus agama, tapi nilai-nilai kebajikan akan menjadi fondamen kuat agar tidak terjadi manusia memakan manusia yang lain,” jelasnya.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan merupakan bagian dari kekuatan Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang kuat dan mampu membawa Indonesia semakin maju.*** (Penulis: Destya/Fotografer: Shaka)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat 
Sekretariat Jenderal 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Berita Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Writer: Destya

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Related