Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Muatan Lokal Kelautan Hingga Pengawas Sekolah, Kemendikdasmen Respons Aspirasi Guru Wakatobi

Published on: 23/07/2026

Share:

Press Release Image

Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kemendikdasmen – Di wilayah yang daratannya dikelilingi laut, guru tidak hanya menghadapi tantangan di ruang kelas. Ada muatan lokal kelautan yang belum diakui sebagai beban kerja, keterbatasan pengawas sekolah, hingga biaya pembangunan sekolah yang lebih tinggi dibanding wilayah daratan. Persoalan-persoalan itulah yang dibawa para guru dan pemerintah daerah kepada Kemendikdasmen di Wakatobi. Persoalan itu disampaikan langsung oleh pemerintah daerah, pengawas sekolah, dan para guru kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, dalam dialog pendidikan di Wakatobi, Kamis (16/7).

Salah satu aspirasi yang mengemuka ialah belum diakuinya muatan lokal kelautan dan konservasi sebagai beban kerja guru yang linear sehingga belum tercatat dalam Dapodik. Bagi Wakatobi, persoalan ini bukan sekadar administrasi. Sebagai daerah yang seluruh wilayahnya merupakan kawasan pesisir dan Cagar Biosfer UNESCO, pendidikan konservasi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, Haliana, Bupati Wakatobi berharap kebijakan tersebut dapat segera diperbaiki.

"Harapan kita, mulok ini bisa dijadikan sebagai beban tugas yang linear dan menjadi tambahan di Dapodik mereka. Karena di Kabupaten Wakatobi, tentu saja bukan hanya pendidikan umum yang kita lakukan, tetapi kita berupaya agar konservasi, apalagi saat ini memang menekankan tentang pengelolaan yang baik untuk keberlanjutan (sustainability) bisa menjadi prioritas," ujar Haliana.

Kebutuhan daerah kepulauan juga terlihat dari kondisi infrastruktur pendidikan. Hugua, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat.

"Tadi kami mengunjungi sekolah di Mola dan melihat kondisi sekolah negeri yang masih membutuhkan banyak perhatian. Kami sangat mengharapkan bantuan dana dari pusat untuk membiayai infrastruktur pendidikan. Kami senang melihat beberapa sekolah sudah mendapatkan revitalisasi, dan jika boleh, mohon ditambah lagi bantuannya," kata Hugua.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wamen Fajar memastikan pemerintah akan menindaklanjutinya. Terkait muatan lokal kelautan, ia meminta Dinas Pendidikan segera menyampaikan usulan resmi kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. "Terkait mulok yang tidak linear, saya minta Dinas Pendidikan segera bersurat ke Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan agar jenis mulok kelautan tersebut bisa kami masukkan ke sistem Dapodik sehingga guru-gurunya bisa tersertifikasi," ujar Wamen Fajar.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 13 ribu pengawas sekolah dan 44 ribu kepala sekolah. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional agar tata kelola guru lebih terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan di berbagai daerah.

Selain menjawab aspirasi, pemerintah terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tahun ini, bantuan revitalisasi di Sulawesi Tenggara meningkat dari 348 sekolah menjadi 588 sekolah dengan anggaran sekitar setengah triliun rupiah. Di Wakatobi, sekitar 25 sekolah telah masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi. Saat meninjau SD Maritim Mola, Wamendikdasmen bahkan langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar agar sekolah tersebut segera mendapat penanganan. Pemerintah juga menyiapkan tambahan 260 ribu unit Papan Interaktif Digital (PID) serta mempercepat Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 800 ribu guru agar kompetensi dan kesejahteraan guru terus meningkat melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru yang kini ditransfer langsung setiap bulan ke rekening guru.

Menutup dialog, Wamen Fajar menegaskan bahwa setiap aspirasi dari daerah menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional. "Tujuan kebijakan kami adalah kemaslahatan. Jika ada yang kurang, sampaikan dengan bahasa yang baik. Kami akan terus mendengar aspirasi Bapak/Ibu sekalian. Terima kasih atas dedikasinya untuk pendidikan di Wakatobi," pungkasnya.*** (Penulis: Uly/Fotografer: Shaka)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

 

Writer: Uly

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Related