pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Strategi Perluas Akses Pendidikan Bermutu di Seluruh Indonesia

Diterbitkan pada: 13/06/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi layanan pendidikan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai strategi untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Upaya ini menjadi salah satu agenda yang disampaikan dalam rangkaian Centre Policy Research Network (CPRN) 2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan. 

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau menghadirkan tantangan geografis, sosial, dan ekonomi yang sangat beragam. Kondisi tersebut memerlukan model layanan pendidikan yang adaptif agar seluruh anak Indonesia tetap memiliki kesempatan belajar yang setara. 

Menurut Tatang, PJJ tidak hanya memindahkan proses belajar ke ruang digital, tetapi merupakan model pendidikan alternatif yang dirancang untuk menjangkau peserta didik dengan latar belakang dan kondisi yang beragam.

"Tidak ada anak yang terlalu jauh untuk belajar, dan tidak ada tempat yang terlalu terpencil untuk mendapatkan pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh adalah ikhtiar untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara," ujarnya.

Roadmap implementasi PJJ dibagi menjadi empat fase. Fase pertama pada tahun 2025 merupakan proyek percontohan yang melibatkan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan target siswa anak-anak dan remaja buruh migran Indonesia berusia 16–18 tahun di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Fase kedua tahun 2026–2027 merupakan implementasi skala penuh di 36 provinsi, dengan prioritas anak tidak sekolah berusia 16–18 tahun di seluruh Indonesia.

Fase ketiga tahun 2028 mencakup pembentukan Sekolah Menengah PJJ yang memberikan akses bagi siswa dari semua wilayah Indonesia, sekaligus memperluas target untuk mencakup anak-anak yang berisiko putus sekolah, anak-anak dengan mobilitas tinggi, dan anak-anak dengan tanggung jawab sosial. Fase keempat tahun 2029 dan seterusnya berfokus pada pengembangan lebih lanjut, termasuk penjaminan kualitas, peningkatan kurikulum, serta integrasi teknologi terbaru.

Tatang Muttaqin juga menyoroti tiga pelajaran penting dari implementasi awal program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pertama, fleksibilitas menjadi kunci, karena tidak ada satu model pembelajaran yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia yang memiliki keragaman kondisi geografis, sosial, dan ekonomi. Kedua, diperlukan pendekatan hibrida, di mana keberhasilan PJJ tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membutuhkan peran guru yang berdedikasi serta dukungan aktif dari keluarga dan masyarakat.

Ketiga, setiap solusi harus bersifat kontekstual. Strategi pembelajaran yang efektif di kawasan perkotaan belum tentu sesuai diterapkan di wilayah kepulauan, daerah terpencil, atau komunitas yang terisolasi. Karena itu, implementasi PJJ perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di setiap daerah agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

"Tidak ada satu model yang dapat menjawab seluruh tantangan pendidikan Indonesia. Karena itu, solusi pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi setiap daerah dan kebutuhan setiap anak," tegasnya.

Menutup paparannya, Tatang menegaskan bahwa pengembangan PJJ merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia. Melalui pendekatan yang fleksibel, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap daerah, Kemendikdasmen berharap semakin banyak anak Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa terhalang oleh kondisi geografis, sosial, maupun ekonomi.*** (Penulis: Uly/Fotografer: BKHM)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Laman: kemendikdasmen.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook: facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

 

Penulis: Uly

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait