Temukan informasi detail tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Revitalisasi Satuan Pendidikan Dukung Murid Belajar Lebih Aman dan Nyaman

Jakarta, 26 September 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan revitalisasi pendidikan untuk mendukung murid memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Revitalisasi menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, terutama melalui perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menjadi narasumber dalam siniar (podcast) bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febi Mahindra Putra. Dalam siniar tersebut, Febi membahas perkembangan pendidikan dasar dan menengah, khususnya mengenai revitalisasi pendidikan, digitalisasi, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA), di Tribun Network, Jum’at (25/9).

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa visi Kemendikdasmen adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemendikdasmen melakukan penguatan pada empat aspek, yaitu physical infrastructure, pedagogical infrastructure, cultural infrastructure, dan legal infrastructure. Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran termasuk dalam penguatan infrastruktur fisik untuk mendukung tersedianya sarana pembelajaran yang aman dan nyaman. “Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kondisi sarana pendidikan turut memengaruhi proses belajar mengajar. Ruang kelas dan sarana prasarana yang memadai dapat membuat murid lebih nyaman belajar serta membantu guru melaksanakan pembelajaran dengan lebih baik. Karena itu, revitalisasi tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik sekolah, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan ekosistem pendidikan.

Ia mengatakan bahwa sekolah yang mengalami kerusakan terdapat di berbagai wilayah dengan tingkat kerusakan yang berbeda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Jumlah sekolah yang mengalami kerusakan mencapai lebih dari 200 ribu sekolah. Kemendikdasmen kemudian memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat untuk diperbaiki secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan program prioritas pendidikan lainnya.

Pada 2025, Kemendikdasmen merevitalisasi 16.167 sekolah dari target 10.669 sekolah atau mencapai 135 persen. Sementara pada 2026, sasaran awal revitalisasi mencapai 71.744 sekolah. Mendikdasmen mengatakan jumlah tersebut kemudian bertambah sekitar enam ribu sekolah, meskipun pelaksanaannya masih menunggu pencairan anggaran tambahan tahap berikutnya.

Selain itu, untuk menentukan sekolah penerima revitalisasi, usulan berasal dari pemerintah daerah, aspirasi anggota dewan dan tokoh masyarakat, serta masyarakat, termasuk informasi mengenai kondisi sekolah yang disampaikan kreator konten. Program ini tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Pada 2025, sebanyak 23 persen penerima bantuan revitalisasi merupakan sekolah swasta. Adapun prioritas 2026 mencakup sekolah terdampak bencana di sejumlah daerah, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah dengan kerusakan berat, termasuk yang berada di wilayah perkotaan.

Revitalisasi Satuan pendidikan dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan sekolah dalam pelaksanaannya. Di akhir, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa mekanisme tersebut memberikan manfaat berupa efisiensi anggaran, pelaksanaan yang lebih tepat waktu, serta dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena tenaga kerja dan material dapat berasal dari lingkungan setempat. Dengan demikian, revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi murid dan mendukung guru dalam menjalankan pembelajaran. (Penulis: Zahra/Editor: Ririn, Seno/Fotografer: Rayhan)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah