Published on: 12 Agustus 2026
Batam, Kepulauan Riau, 12 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat menutup kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-62 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (11/8). Wamen Fajar mengatakan revitalisasi PAUD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu mendukung pembangunan “infrastruktur kognitif” anak. Lingkungan pendidikan yang baik, menurutnya, perlu mendorong tumbuhnya motivasi belajar dan rasa ingin tahu anak sejak usia dini. “Bagaimana kita bisa membangun pola pikir, mental putra-putri kita sejak usia dini untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat,” ujar Wamen Fajar. Ia menjelaskan pendidikan pada jenjang PAUD memiliki peran penting dalam membangun motivasi intrinsik anak untuk belajar serta budaya bertanya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk anak sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Pertama membangun rasa ingin belajar. Motivasi intrinsik untuk belajar harus tumbuh dari anak-anak kita. Yang kedua adalah membangun budaya bertanya. Itu dari curiosity sebenarnya,” katanya. Dalam konteks tersebut, Wamen Fajar menegaskan posisi PAUD dalam sistem pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, ingin menempatkan PAUD sebagai bagian yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan nasional dan menjadi fondasi bagi sistem pendidikan. “Pada intinya kami ingin meletakkan PAUD itu sebagai fondasi untuk sistem pendidikan nasional. Dan itu nanti akan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan nasional,” tegasnya. Lebih lanjut, Wamendikdasmen Fajar menekankan kesiapan perencanaan tersebut perlu diikuti dengan pelaksanaan revitalisasi yang aman, lancar, amanah, dan memenuhi standar kualitas. Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan, turut membantu dan mengawal satuan pendidikan penerima bantuan. “Harapannya dan tentu tujuannya supaya proses pembangunan revitalisasi nanti betul-betul aman, lancar, amanah, dan dengan kualitas bangunan yang terstandar,” tuturnya. Menurutnya, kualitas sarana pendidikan penting karena PAUD merupakan lingkungan pendidikan yang turut membentuk perkembangan anak. Ia menyebut perkembangan tersebut mencakup pertumbuhan fisik dan motorik, kognitif, serta sosial emosional. "Pendidikan pada level usia dini, pertama harus mendorong pertumbuhan fisik, motorik. Kedua, pertumbuhan kognitif. Ketiga pertumbuhan sosial emosional,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa satuan pendidikan perlu menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan mengembangkan potensinya. “Sekolah atau PAUD adalah rumah kedua buat anak-anak kita. Dengan suasana yang nyaman, aman, maka anak akan punya totalitas untuk belajar. Anak punya totalitas untuk mengaktualkan siapa dirinya, apa potensinya,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau Warsita melaporkan, sebanyak 259 kepala satuan PAUD diundang dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 255 satuan pendidikan hadir dan seluruhnya telah menyelesaikan finalisasi Rencana Anggaran dan Pelaksanaan (RAP), sementara empat satuan pendidikan lainnya berhalangan mengikuti kegiatan. Kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah pembekalan dan pendampingan penyusunan perencanaan program dan anggaran. Peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan perencanaan revitalisasi, menu revitalisasi, mekanisme belanja barang dan jasa, penggunaan aplikasi Sistem Informasi Layanan Bantuan (SiLaB) PAUD, pengelolaan dokumen, keuangan dan perpajakan, serta pengawasan dan pengendalian program. Menutup sambutannya, Wamen Fajar berharap para peserta dapat melaksanakan revitalisasi sesuai ketentuan serta memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat bagi peserta didik. Ia juga mengajak satuan pendidikan untuk membagikan praktik baik dari pelaksanaan program. “Bapak Ibu adalah orang yang paling penting yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” tutup Wamen Fajar.*** (Penulis & Fotografer: Rayhan/Editor: Destian)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 709/sipers/A6/VIII/2026
Writer: Rayhan Parady
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Dinas Pendidikan
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Publik
Guru PAUD
Sekolah PAUD
Murid PAUD
Orang Tua
Strengthening Character Education
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan