Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Meluruskan Miskonsepsi Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu
Meluruskan Miskonsepsi Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu

Published on: 5 September 2025

Share:

Press Release Image

Jakarta, 5 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, salah satunya melalui penguatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan pembelajaran ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.
 
Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan beberapa miskonsepsi terkait pembelajaran mendalam di kalangan guru, sehingga tujuan utamanya belum sepenuhnya tercapai. Untuk menjawab tantangan itu, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), menggelar Webinar Nasional Pembelajaran Mendalam bertajuk Regulasi dan Miskonsepsi.
 
Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa guru memiliki tiga peran penting dalam implementasi pembelajaran mendalam, yakni sebagai fasilitator kesadaran belajar, inisiator pendekatan holistik, serta sebagai pencipta suasana belajar yang memuliakan dan menggembirakan.
 
Rachmadi juga mengajak para guru untuk terus berkolaborasi, belajar bersama, dan melakukan refleksi secara berkelanjutan pada implementasi pembelajaran mendalam. Salah satunya dengan mengikuti forum-forum seperti webinar ini, sebagai upaya meluruskan miskonsepsi yang kerap ditemui di lapangan. “Ini penting agar kita semua memiliki arah yang jelas dan seragam dalam mengimplementasikannya,” ujar Rachmadi.
 
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain Yuli Rahmawati, Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam; Yogi Anggraena, Ketua Tim Kerja Kurikulum Puskurjar, BSKAP; dan Triska Fauziah, Guru SDN 164 Karangpawulang Bandung.
 
Dalam kesempatan itu, Yogi Anggreana menjelaskan posisi pembelajaran mendalam dalam kebijakan kurikulum yang berlaku saat ini. Ia menegaskan bahwa Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 telah menempatkan pembelajaran mendalam sebagai pendekatan utama yang terintegrasi dalam kurikulum bersama penyesuaian intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.
 
Dalam panduan terbaru, pengalaman belajar dimaknai sebagai proses berjenjang mulai dari memahami, mengaplikasi, hingga merefleksi, dengan dukungan asesmen yang otentik dan holistik. Yogi menekankan bahwa kurikulum memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan murid.
 
Sementara itu, Yuli Rahmawati, menyoroti isu-isu dan miskonsepsi dalam implementasi pembelajaran mendalam, seperti pemahaman guru yang masih terbatas, serta penerapan prinsip pembelajaran yang kurang konsisten. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi guru yang kuat dalam konsep, asesmen, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang kreatif dan fleksibel sesuai konteks sekolah.
 
Yuli menegaskan bahwa refleksi tidak cukup sekadar menulis apa yang dipelajari, melainkan proses kritis yang mendorong murid mengaitkan pengalaman belajar dengan kehidupan nyata. Ia juga mengingatkan pentingnya surface learning sebagai fondasi sebelum menuju pemahaman mendalam, serta perlunya guru melihat refleksi sebagai bagian dari pembentukan regulasi diri murid.
 
Perencanaan pembelajaran juga harus menekankan integrasi dimensi profil lulusan, strategi pembelajaran lintas disiplin, asesmen berorientasi proses dan hasil, serta pelibatan mitra pembelajaran. Dengan demikian, menurut Yuli, pembelajaran mendalam diposisikan sebagai paradigma transformasi menuju pendidikan yang bermutu, relevan dengan kehidupan nyata, dan membentuk pembelajar sepanjang hayat.
 
Adapun Triska Fauziah, berbagi praktik baik pembelajaran mendalam di kelasnya. Ia menunjukkan bagaimana miskonsepsi bisa diluruskan dengan pengalaman nyata. Misalnya, anggapan bahwa pembelajaran mendalam harus selalu penuh ice breaking, padahal esensi kegembiraan belajar muncul saat murid merasa dihargai dan berhasil menyelesaikan tantangan.
 
Ia juga mencontohkan bagaimana refleksi yang benar mampu menumbuhkan regulasi diri murid, serta bagaimana pengalaman belajar tidak harus selesai dalam satu pertemuan, tetapi bisa dibangun bertahap sesuai karakteristik mata pelajaran.
 
Melalui webinar ini, diharapkan para guru semakin memahami esensi serta praktik nyata pembelajaran mendalam, sehingga mampu menghadirkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.  Dengan kolaborasi semua pihak, pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Source: Nomor: 517/sipers/A6/IX/2025

Writer: Stephanie Westiana

Editor: Denty Anugrahmawaty

Content Ownership Guru Sekolah Kejuruan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership GTK Content Ownership Guru PAUD Content Ownership Guru Dikdasmen

Related Press Release
Related Content Images
Kemendikdasmen Perluas Kesempatan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Mandiri

Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership GTK Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi Content Ownership Pembangunan Bahasa dan Sastra

Published on : 26/08/2026

Related Content Images
Belajar Gizi dari Kebun Sekolah, Cara NGTS Ubah Pengetahuan menjadi Kebiasaan

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang GTK Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Sekjen Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen

Published on : 26/08/2026

Related Content Images
Peluncuran DigiSkillBadge, Penguatan Ekosistem Portofolio Digital dan Pengakuan Kompetensi Murid SMK

Content Ownership Pendidikan Vokasi Content Ownership Guru Sekolah Kejuruan Content Ownership Sekolah Kejuruan Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Vokasi Content Ownership Murid Kejuruan Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Published on : 24/08/2026