Diterbikan pada: 21 Mei 2026
Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 21 Mei 2026 - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, menyaksikan peluncuran program beasiswa guru “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” di Jawa Barat, Rabu (20/5). Program ini merupakan wujud nyata komitmen berbagai sektor pendidikan yakni perguruan tinggi untuk berkolaborasi memperkuat kapasitas guru melalui peningkatan kompetensi, kepemimpinan, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi para pendidik di Indonesia. Dalam sambutannya, Wamen Atip menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat. Menurutnya, guru memegang peranan sentral dalam menentukan kualitas pendidikan nasional. “Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Salah satu elemen penting, bahkan boleh dikatakan sekitar 50 persen ketercapaian pendidikan berkualitas itu ada pada gurunya,” ujar Atip, Rabu (20/5) di Sumedang. Ia menjelaskan, meskipun kualifikasi formal guru saat ini hampir mencapai 100 persen pada jenjang D4 atau S1, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kompetensi yang dimiliki. Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang ditopang penguasaan content knowledge yang kuat. “Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru yang baru menerapkan prosedur pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” katanya. Atip menambahkan, program beasiswa “Guruku” difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan content knowledge dan leadership atau kepemimpinan guru. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah. Ia menilai program “Guruku” merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas guru menuju Indonesia Emas 2045. “Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan keteladanan. Program ini menjadi inisiatif yang sangat baik untuk menyiapkan guru sebagai pelita dan investasi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui akses pendidikan yang lebih luas. Menurut Arief, perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tanpa dukungan pendidikan dasar dan menengah yang kuat. “Unpad harus ikut serta memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik lagi,” tuturnya. Program “Guruku” turut memberikan dampak nyata bagi para penerima manfaat. Salah satu penerima beasiswa, Ihwan, guru dari SDN 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran, mengaku bersyukur atas kesempatan melanjutkan studi melalui program tersebut. “Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” ungkap Ihwan seraya menambahkan bahwa guru perlu terus memperkuat kompetensi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik yang berubah semakin cepat. Apresiasi terhadap perjuangan Ihwan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soekarno Sukriyadi. Menurutnya, Ihwan merupakan guru yang bertugas di wilayah pegunungan Pangandaran dengan akses yang cukup menantang. “Beliau bertugas di daerah pegunungan dengan waktu tempuh sekitar satu setengah hingga dua jam dari pusat kota. Perjuangannya luar biasa dan kami sangat bangga,” ujarnya. Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi Magister di Unpad, yaitu beasiswa penuh sebesar 100 persen biaya pendidikan, beasiswa sebagian sebesar 75 persen, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan. Skema tersebut berlaku bagi peserta yang diterima pada 18 program studi Magister di Unpad sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui program “Guruku”, pemerintah bersama perguruan tinggi berharap dapat melahirkan lebih banyak guru unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mendorong lahirnya pendidikan berkualitas bagi generasi masa depan Indonesia.*** (Penulis: Destya/Fotografer: Panitia) Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 405/sipers/A6/V/2026
Penulis: Destya
Editor: Denty Anugrahmawaty
Guru Sekolah Kejuruan
Ruang GTK
GTK
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru