pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
TPG Dorong Guru Terus Berkembang, Tingkatkan Kompetensi untuk Hadirkan Pembelajaran Berkualitas

Diterbitkan pada: 25/05/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Lampung, Kemendikdasmen — Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan guru, tetapi juga menjadi pendorong kuat bagi para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya. Dengan TPG, guru semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan, serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran di kelas.

TPG merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik sebagai pengakuan atas profesionalisme mereka. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas dan kompetensi guru.

Kepala SMAN 14 Bandar Lampung, Hendra Putra, menilai TPG memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. "TPG sangat penting dan perlu karena sesuai dengan skemanya, selain meningkatkan kesejahteraan guru, juga mendorong peningkatan kompetensi guru yang bersangkutan. Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik," ujar Hendra.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru harus menjadi komitmen bersama. Karena itu, pihak sekolah terus memberikan motivasi kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun mengikuti berbagai pelatihan yang mendukung pengembangan profesionalisme. "Saya selalu mendorong guru-guru yang masih berpendidikan S1 agar melanjutkan studi ke S2. Di sekolah kami saat ini ada guru yang sedang menempuh pendidikan magister dan bahkan ada yang melanjutkan hingga jenjang doktoral. Selain itu, setiap ada kesempatan mengikuti pelatihan atau diklat mandiri, kami selalu mengingatkan agar guru dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi," jelasnya.

Semangat untuk terus belajar tersebut dirasakan langsung oleh Berty Krisdiana, guru SMAN 14 Bandar Lampung yang mulai menerima TPG pada tahun 2024. Berty mengaku tunjangan profesi yang diterimanya menjadi salah satu motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Saya memanfaatkan dana TPG untuk meng-upgrade diri dengan melanjutkan pendidikan S2. Saat ini saya sedang menempuh semester kedua Program Magister Administrasi Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Pringsewu," ungkapnya.

Berty menuturkan bahwa sistem pencairan TPG yang kini dilakukan setiap bulan turut memberikan kemudahan dalam merencanakan pembiayaan pendidikan. "Pencairan yang dilakukan setiap bulan sangat membantu, terutama untuk membayar biaya kuliah. Saya bisa menyisihkan dana secara rutin sehingga lebih ringan dalam mengatur kebutuhan pendidikan," katanya.

Tidak hanya digunakan untuk pengembangan diri, Berty juga memanfaatkan sebagian dana TPG untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. "Saya juga menggunakan sebagian dana tersebut untuk memberikan reward kepada siswa sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semangat mereka dalam belajar," tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Iis Holilah, Guru Kimia SMAN 14 Bandar Lampung yang telah menerima TPG sejak tahun 2011. Baginya, tunjangan profesi menjadi sarana untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. "Saya memanfaatkan TPG untuk melanjutkan pendidikan magister yang saya tempuh pada tahun 2014 dan selesai pada 2016. Selain itu, saya juga mengikuti pelatihan kepala laboratorium untuk mendukung kompetensi profesional saya sebagai guru," ujarnya.

Dalam mendukung kegiatan pembelajaran, Iis menggunakan dana TPG untuk membeli perangkat kerja yang menunjang aktivitas mengajar, termasuk laptop yang digunakan dalam proses pembelajaran. "TPG sangat membantu saya dalam menyediakan sarana pendukung pembelajaran. Selain itu, dana tersebut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga dan menunjang aktivitas mengajar sehari-hari," katanya.

Iis juga mengungkapkan bahwa sebagian dana TPG digunakan untuk kebutuhan sederhana yang berdampak langsung kepada siswa, seperti penggandaan bahan ajar dan memberikan apresiasi kecil untuk meningkatkan motivasi belajar mereka.

Pengalaman para guru tersebut menunjukkan bahwa TPG tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Dengan kesejahteraan yang lebih baik, guru memiliki ruang yang lebih luas untuk berinvestasi pada pengembangan kompetensi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif bagi peserta didik.

Melalui program Sertifikasi Guru, pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan atas profesionalisme guru, tetapi juga memperkuat fondasi peningkatan mutu pendidikan nasional. Ketika guru terus berkembang dan meningkatkan kompetensinya, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh peserta didik melalui pembelajaran yang semakin berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.*** (Penulis: Denty/Dokumentasi: BKHM)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

 

Penulis: Denty Anugrahmawaty

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait